Justin Drew Bieber lahir pada pukul 12.56 pada 1 Maret 1994 di Kanada yang dibilang London. Ia tumbuh di kota yang disebut Stratfort yang bertempat di provinsi Ontario, Kanada. Dia pernah menguraikan kampung halamannya sebagai "sebuah kota kecil berpenduduk 30000 di antah berantah". Dia juga pernah berkata " tidak ada yang menonjol dari Stratford". Jadi, seperti apa daerah tempat Justin tumbuh besar ? Stratford adalah tempat yang memesona dan hampir selalu tenang, yang diusulkan sebagai "kota tercantik di dunia" pada 1997, ketika Justin masih belita. Kota tersebut diberi nama berdasarkan sebuah kota pasar Inggris, Stratford-upon-Avon, sebuah daerah yang paling terkenal sebagai tempat lahir dan kampung halaman sang dramawan William Shakespeare.
Orang tua Justin, Jeremy dan Pattie, senang bukan main berkat kelahiran anak mereka, seorang anak laki-laki kecil tapi sangat sehat. Mereka secara postif memanjakan Justin sejak wal dan secara otomatis sangat bangga kepdanya. Justin sebenarnya mewarisi campuran dari ciri-ciri kedua orang tuanya. Mata dan hidungnya menyerupai ayahnya, tapi bibirnya sangat mirip dengan ibunya. Kelahiran justin membawa cahaya dan kebahagiaan ke dalam hidup mereka. Bagaimana juga, kenyataan pahitnya adalah, pernikahan mereka mulai terguncang pada tahun-tahun setelah kelahiran Justin. Pada akhirnya, Jeremy dan Pettie berpisah dan bercerai. Jeremy pindah ke Winnipeg di provinsi Manitoba, Kanada. Pattie, yang dianugrahi hak asuh penuh atas putra mereka, tetap tinggal di Stratford, tempatnya sendiri tumbuh besar. Justin tidak pernah kekurangan rasa terima kasih dan sayang kepada pengabdian ibunya. Justin melukiskan gambaran pada masa kecilnya saat ia masih kecil pada majalah mingguan Kanada Maclean's. "Maksudku, beberapa orang salah mengartikannya. Dulu aku tidak miskin. Tapi aku memang tidak punya banyak uang. Aku biasanya tidak bisa membeli banyak pakaian baru. Tapi aku punya tempat tinggal. Aku sangat beruntung. Aku punya nenek-kakek, aku sering bersama mereka, mereka sangat baik.Jadi, aku timbuh besar dengan mendapatkan segala yang aku inginkan ". Sebagaimana yang Pattie ingat, benar-benar perjuangan baginya supaya dirinya dan Justin tetap bisa makan, berpakaian dan tempat tinggal. "Kami dulu hidup dibawah garis kemiskinan", kata Pattie. " Kami tidur dibawah atap dan ada makanan di meja makan, tapi kami berjuang".
Ketika tahun-tahun 1994 Justin cintanya kepada music tumbuh, dia segera beralih ke materi Jackson, yang berpengaruh besar kepadanya. Dua dari album kesukaan sepanjang masa Justin adalah Thiller dan Bad, yang dirilis Jackson pada tahun 1980-an, sebelum Justin dilahirkan.Kedua album ini terjual sekitar 100 juta kopi-termasuk yang dibeli Justin.Justin belajar memainkan drum pada usia dua tahun dan sangat piawai pada usia sehijau itu. Tapi itu bukanlah drum sungguhan. Justin berimprovisasi dengan memukulkan ketukan-ketukan itu kepada barang rumah tangga. Baru pada saat Justin berusia 4 tahun, Pattie terkesan dengan kemampuan putranya dengan stik dan lelah mendengarkan Justin memukuli perabotan rumah tangga dan Pattie membelikan drum sungguhan. Drum itu tidak murah, tapi gereja membantunya. Untuk memastikan Justin tidak akan mengganggu tetengga dengan latihannya, nenek-kakeknya setuju untuk menyimpan drum tersebut di ruang bwah tanahnya. Lokasi tersebut bukan satu-satunya yang jadi masalah buat Justin. Dia kidal, tapi peralatan drum tersebut disusun untuk seorang pemain yang tidak kidal dan gurunya (drummer dari band paduan suara gereja) juga tidak kidal. Justin bertekad keras. Dia mengatasi masalahnya dan akhirnya ia menjadi drummer yang sangat mengesankan. Dengan tumbuhnya keahlian bermain drum, Justin tidak berminat untuk menghentikan perkembangan musiknya, dan berlanjut dengan mengajari dirinya sendiri tentang alat musik lainnya, termasuk piano, gitar dan terompet. " Aku rasa kau bisa bilang aku dianugrahi bakat", katanya. Gitar pertama Justin adalah sebuah lungsuran dari ibunya ketika dia berusia enam tahun. Justin memainkan gitar dengan tangan kiri tentunya. "ketika berumur 5 tahun, dia mendengar ssatu di radio dan mencarinya di keyboard", kenang ibunya yang bangga. Justin tidak pernah berusaha untuk menjadi terkenal. Justin juga suka dengan olahraga seperti sepak bola, basket, skateboard, hoki es. Salah satu bintang favoritenya Wyne Gretzky seorang pemain hoki es yang terhebat di Kanada. Justin ingin menjadi seorang pemain hoki terhebat nantinya.
Tapi ada jalan lain yang juga menarik bagi Justin. " Kalau aku bukan bintang pop, aku akan menjadi koki", katanya. "Aku akan memasakkan makan malam yang enak bagi para wanita cantik". Kalau hendak mengambil jalan itu, dia tidak akan kekurangan restoran yang akan menampungnya. Justin juga berbicara tentang minat sebelumnya untuk menjadi arsitek. Maka Justin jelas bukan anak yang kekurangan ambisi. Justin benar-benar menikmati kegiatan dalam bidang atlentik dan olahraga terutama di bidang sepak bola dan hoki. Ia juga pernah dijuluki pemain yang “getol”. Justin adalah anak laki-laki yang penuh usaha dan semangat. Justin pernah berkata, “pelajaran kesukaanku bahasa Inggris”. “Aku tidak begitu suka matematika”. Tapi Ia pernah berkata bahwa Ia cukup menikmati aljabar.
Seperti kebanyaan anak laki-laki, sebagai anak-anak sekolah, Justin juga memperhatikan gadis-gadis dan mengklaim bahwa bahkan sebelum Ia terkenal, sudah ada “banyak anak perempuan mengejarku”. Dia berkencan beberapa kali, mulai ketika Ia berumur 13 tahun, dan ingat bahwa ciuman pertamanya terjadi sekitar masa itu. Itu teerjadi pada sebuah dansa sekolah. Tapi Ia tidak ingat nama gadis yang beruntung itu. Kata Justin, ciuman yang waktu itu “cool”. Dia menambahkan, “Aku bilang kepada teman-temanku, ‘Orang pertama yang mencium cewek dapat $10’. Lalu, teman-temanku tidak mencium siapa-siapa. Mereka bilang, ‘Justin, kau harus melakukannya!’. Kemudian Aku berdangsa pelan dengan cewek tersebut dan langsung menyerobot !
Sekolah terakhir yang diduduki Justin adalah Stratford Northwestern Secondary School , dimana Ia mengambil kelas 9 sampai 12. Sekolah itu berada di lingkungan sekolah yang sama dengan Public School. Justin bias berjalan dari sekolah itu ke Rotary Area di Glastonbury Drive , yang merupakan tempat bagi pertunjukan hoki liga local Rotary ketika Justin masih kecil.
Pengalaman Justin ketika masih kecil yang tidak menyenangkan adalah hari yang mengerikan ketika Justin terjebak di sebuah lift selama 4 jam. Hal tersebut tentu saja membuat Justin trauma. ”Mereka harus memanggil orang sejauh 2 jam untuk memperbaikinya,” dia mengenang. “ Aku sangat takut tempat sempit dan lift,” katanya. Dia sekarang lebih sering mengambil tangga atau escalator daripada lift.
COWOK PENGAMEN
Justin bertekad mencari cara untuk membalas ibunya atas segala yang telah dilakukan untuknya. Tidak mudah bagi anak berusia 13 tahun untuk mendapatkan uang. Jadi ia punya cara bagus tentang bagaimana dia bisa melakukannya, dan melakukan rencananya dengan berhasil. Justin ingat dengan gitarnya yang kebesaran di bahu dan pergi ke jalan Stratford untuk mengamen. Justin meletakkan sarung gitarnya dikaki supaya orang yang lewat bisa mengeluarkan sedikit dolar untuknya. Awalnya Justin ngamen dengan tujuan yang berbeda. “Aku ingin bermain golf dengan teman-temanku dan aku tak punya uang, jadi aku pergi keluar untuk mengamen”. Sarung gitarnya sudah menyimpan koleksi lembaran dan koin yang cukup banyak. Berkat keberuntunagan, video salah satu dari ngamennya diabadikan. Sekelompok murid yang sedang melintasi jalan tersebut memfilmkan aksi Bieber. Mereka hanya menikmati pertunjukan tersebut dan tidak menyadari bahwa orang tersebut adalah penyanyi terkenal di masa yang mendatang. “ Aku mengumpulkan $200. Aku bermain diluar, dan aku meletakkan sarung gitarku. Dan orang-orang seperti melemparkan kembalian atau semacamnya”, katanya. Dia mengumpulkan $200 selama 1 jam. “ Sangat jarang dia pulang dari sebuah malam tanpa membawa $150 sampai $200 dari duduk disana selama 1 jam”, kenang neneknya. “ Aku mengumpulkan $3000 dan membawa ibuku pergi berlibur ke Florida ”, Justin tersenyum. “Yeah, itu memang hebat”. “Dia membawa kami ke liburan pertama kami”, kata Pattie. “Kami ke DisneyLand ”.
SALURAN JUARA
Bagaimanapun juga, pada tahap ini Justin tidak hanya menonton video-video YouTube, tapi menjadi bintangnya. Video-video Justin sempurna untuk YouTube. Dia imut dan berbakat dalam video tersebut. Gaya rumahan tertampil dalam video tersebut. Orang-orang terpikat dengan anak ini, yang tampaknya tidak hanya berbakat tapi juga jujur dan rendah hati. Semua orang yang melihat video-video Justin memberikan peringkat yang besar dan komentar-komentar yang berfariasi. Tapi kebanyakan dari komentar-komentar tersebut menyetujui 1 hal : mereka ingin melihat video-video Justin lebih banyak lagi! Justin bernyanyi dalam beberapa bulan berikutnya dan ibunya memfilmkannya. Video Stratford Star-nya terbukti popular di YouTube. Video pertamanya yang ditampilkan ketika ia bermain keyboard dan menyanyikan lagu yang ditulis oleh neneknya. Saat ini video-video Justin mencapai 1.000.000 kali diputar di seluruh dunia dan menduduki tingkat pertama di YouTube yang mengalahkan Lady Gaga.
ONE TIME
DUNIANYA
Ketika mempersiapkan rilis My World, Justin mulai melihat bagaimana karier popnya telah menyulut kegilaan diantara gadis-gadis muda. Tim manajemennya bersemangat melakukan banyak kerja promosi rilis albumnya. Ia berkata “ kau bisa melakukan apa pun kalau kau mengusahakannya. Aku tumbuh dibawah garis kemiskinan. Aku tidak punya sebanyak yang orang lain punya. Aku rasa itu membuatku menjadi orang yang lebih kuat, itu membangun karakterku”. Album My World tersebut berisi lagu-lagu One Time, Favorite Girl, Down to Earth, Bigger, One Less Lonely Girl, First Dance, Love Me,Common Denominator. Kenapa albumnya diberi nama My World ?? karena isinya mendiskripsikan tentang dirinya. Tak hanya My World saja. Setelah beberapa tahun ke depan ia merilis album keduanya yang bernama My World 2.0 . Album tersebut di awali dengan lagu baby, somebody to love,stuck in the moment, u smile, runaway love, never let you go, overboard, eenie meenie, up , that should be me, kiss and tell, where are you now dan terakhir never say never. Album terbaru yang sekarang dirilisnya Never Say Never. Isinya lagu-lagunya yang diremix dengan penyanyi-penyanyi terkenal. Justin hidup diantara penggemarnya mereka selalu bernyanyi bersama dan menjerit. Sepertinya para penggemar bieber punya banyak kesamaan di negara manapun mereka berada. Buktinya, tiap kali Justin berkunjung untuk My World tour ia slalu menemukan fansnya di bandara dan hotel ataupun kemana ia pergi. Yang dilakukan oleh para penggemarnya sama saja. Mereka menjerit-jerit, menangis, memanggil nama Justin secara terus-menerus dan membawa tulisan-tulisan atau memakai baju yang bertema bahwa ia sangat mencintai Justin. Cuma negaranya saja berbeda. Justin pernah kehilangan topi di salah satu negara. Ia sangat kesal dan menulisnya di twiiter. Ia berkata “ ia benci pencuri dan tak akan memaafkannya” tapi beberapa hari kemudian topinya sempat kembali padanya. Ibu Justin juga pernah jatuh karma didorong-dorong oleh para fansnya. Tapi Justin tahu bahwa fansnya sangat mencintainya dan tak akan membuatnya kesal. Dengan semua cinta ini mengelilinginya, Justin hamper tidak bisa menjadi bermasalah. Maka, Justin Bieber menuju masa depan yang cerah. Sebagai pemuda, Justin sendiri berkata ketika menilai kesuksesan besar yang telah ia nikmati, “seringkali aku berpikir, ‘wow’.Tapi aku tidak tahu.Aku tidak memikirkannya.Aku hanya melewati hari-hariku satu demi satu”.